RSS
Pin It

My Blog

Makalah Pengantar Manajemen


Peran dan Fungsi Manajer
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manajer adalah seseorang yang merencanakan dan membuat keputusan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumber-sumber daya manusia, financial, fisik, dan informasi. Manajer merupakan pimpinan atau pemimpin suatu organisasi. Dalam organisasi, istilah manager digunakan dengan berbagai istilah, yaitu direktur, rektor, pimpinan, dan sebagainya. dalam lembaga pendidikan, ada yang disebut dengan rektor, ketua umum, kepala sekolah, dan sebagainya. Manajer dewasa ini dihadapkan dengan situasi yang menarik dan menantang. Rata-rata, para eksekutif bekerja selama enampuluh jam seminggu, menghadapi permintaan yang berlimpah atas waktunya, dan menghadapi kompleksitas yang meningkat sebagai akibat dari globalisasi, persaingan domestic, peraturan pemerintah, tekanan pemegang saham, dan ketidakpastian yang berhubungan dengan internet.
Manajer memegang otoritas sebagai penentu berkembangnya suatu lembaga atau perusahaan. Kedudukannya sangat strategis karena hubungan secara langsung dengan pengambilan keputusan dan kebijaksanaan yang ditetapkan untuk dilaksanakan secara operasional oleh seluruh bawahannya.


B.     Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan sedikit pengertian manajer yang mencakup peran dan fungsi seorang manajer. Semoga makalah ini dapat menjadi solusi dari pembahasan materi tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN


A.       Pengertian Manajer
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.
Menurut beberapa ahli pengertian manajer adalah:
1.              Sabardi (1992)
Manajer adalah orang yang berkewajiban mengatur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan bantuan orang lain.
2.              Griffin (2004)
Manajer adalah  seseorang yang tanggung jawab utamanya adalah melaksanakan proses manajemen dalam suatu organisasi.
3.              Robert Tanembaum (2012)
Manajer adalah seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Manajer  adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan dan mengontrol para bawahan yang bertanggungjawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan.


B.     Tingkatan manajer
Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya.
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak).
1.         Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
2.         Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
3.         Manajemen puncak (top management), merupakan kelompok kecil eksekutif yang mengelola keseluruhan organisasi dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas menciptakan tujuan organisasi, merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan, serta menentukan kebijakan operasional. Mereka juga secara resmi mewakili organisasi ke lingkungan luar dengan menemui pejabat pemerintah, menemui eksekutif perusahaan lain, dan lainnya. Contoh top manajemen adalah Presiden, Wakil Presiden, CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer). Pekerjaan dari manajer puncak sangat kompleks dan bervariasi. Manajer puncak membuat keputusan mengenai berbagai aktivitas dan akuisisi perusahaan lain, investasi dalam penelitian dan pengembangan, memasuki atau mengabaikan berbagai pasar, serta membangun fasilitas pabrik dan kantor yang baru. Mereka sering bekerja sampai larut malam dan menghabiskan banyak waktu mereka dalam berbagai rapat atau berbicara melalui telepon. Dalam banyak kasus, manajer puncak juga dibayar dengan gaji yang cukup tinggi. Bahkan manajer puncak elit dari perusahaan besar terkadang berpenghasilan jutaan dolar dalam bentuk gaji, bonus, dan saham.
Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan permintaan pekerjaan.
Jika kita bedakan kembali manajer menurut untuk mana mereka bertanggung jawab, menurut T. Hani Handoko (1997:17), yaitu manajer umum dan manajer fungsional.
1.         Manajer umum mempunyai tugas mengatur, mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja (T. Hani Handoko (1997:20)).
2.         Manajer fungsional mempunyai tanggungjawab hanya atas satu kegiatan organisasi, seperti produksi, pemasaran, keuangan, kepegawaian (personalia) atau akuntansi. (T. Hani Handoko (1997:29)).
Sedangkan Manajer menurut bidang, antara lain:
1.         Manajer Pemasaran , adalah orang yang bertugas merancang suatu sistem kegiatan bisnis untuk menentukan harga, promosi dan pendistribusian barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
2.         Manajer Administrasi adalah orang yang bertugas pengkoordinasi dan membantu operasional organisasi serta mengelola suatu proyek/acara organisasi guna menjamin audit dan dokumentasi pekerjaan tersimpan dengan baik sesuai prosedur. Ia harus dapat bekerja mandiri, termotivasi, proaktif dan dapat menjaga komunikasi dengan organisasi.
3.         Manajer Keuangan merupakan seseorang yang mempunyai hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi dan pembelanjaan perusahaan. Manajer keuangan juga bertanggung jawab dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan.
4.         Manajer Operasional adalah orang yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.
5.         Manajer Sumber Daya Manusia adalah orang yang bertugas untuk mendesain sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik.

C.    Peran dan Fungsi Manajer
Peranan menjawab pertanyaan apa yang sebenarnya dilakukan oleh seorang manajer di dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya. Istilah peranan kita pinjam dari panggung teater untuk mencoba menjelaskan apa saja yang bisa dimainkan oleh seorang aktor. Manajer adalah seperti aktor di panggung teater, ia bisa memainkan peranannya sebagai kewajiban yang tidak boleh tidak harus dimainkan. Suatu peranan dirumuskan sebagai suatu rangkaian peri laku yang teratur, yang ditimbulkan karena suatu jabatan tertentu, atau karena adanya suatu kantor yang mudah dikenal. Kepribadian seseorang barangkali juga amat mempengaruhi bagaimana peranan harus dijalankan.
Peranan timbul karena seorang manajer memahami bahwa ia bekerja tidak sendirian. Dia mempunyai lingkungan, yang setiap saat ia perlukan untuk berinteraksi. Lingkungan itu luas dan beraneka macamnya, dan masing-masing manajer akan mempunyai lingkungan yang berlainan. Tetapi peranan yang harus dimainkan pada hakekatnya tidak ada perbedaan. Baik manajer tingkat atas, tengah maupun bawah akan mempunyai jenis peranan yang sama, hanya berbeda lingkungan yang akhirnya membuat bobot peranan itu sedikit berbeda. Seorang manajer atas melihat lingkungannya selain stafnya maka nampak beberapa pesaing (competitors), rekanan (suppliers), peiabat pemerintah (bureaucrats) dan Iain-lain. Kepala Sub Bagian atau manajer tingkat tengah melihat lingkungannya akan terdiri dari beberapa kelompok pegawai, Kepala-kepala bagian lainnya, mungkin rekanan yang berada di luar struktur organisasinya, dan lain sebagainya. Manajer tingkat bawah, barangkali hanya melihat pekerja-pekerja, tukang ketik, pesuruh kantor, tukang pembersih, dan lain sebagainya. Semuanya itu baik manajer atas, tengah, maupun bawah haruslah mengatur dan menjalankan organisasinya di dalam suatu kompleksitas lingkungan.
Menurut James A.F Stoner ada delapan macam tugas bagi setiap manajer:
a.         the manager assumes responsibility,
b.         the manager must balance competing goals,
c.         the manager is a conceptual thinker,
d.        the manager works with and through other people,
e.         the manager is a mediator,
f.          the manager is a politician,
g.         the manager is a diplomat,
h.         the manager makes difficult decision.

ke delapan tugas tersebut secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut:
a)         Seorang manajer memikul tanggung jawab.Berarti bahwa keberhasilan dan kegagalan organisasi mencapai tujuannya, mutlak merupakan tanggung jawab manajer, termasuk tanggung jawab: keberhasilan menyelesaikan masalah-masalah khusus, dalam hal ini seorang manajer juga bertanggung jawab untuk mengadakan evaluasi terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan.
b)        Manajer harus mampu menciptakan keseimbangan dalam rangka mencapai berbagai tujuan yang saling bersaing. manajer selalu dihadapkan berbagai hasil, problem dan kebutuhan organisasi.
c)         Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual. Seorang manajer harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Untuk menjadi pemikir yang analisis, manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut, dan kemudian mencari penyelesaian yang layak (feasible) dengan akurat. Dan yang lebih penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konseptual, yang mampu memandang keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.
d)        Manajer bekerja dengan orang lain, Istilah “orang” mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam organisasi. Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar organisasi, langganan, penyedia (supplier), konsumen atau langganan, pengurus serikat karyawan, pejabat dan karyawan kantor-kantor pemerintah dan sebagainya.
e)         Manajer adalah seorang mediator , Organisasi terdiri dari orang-orang, dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurukan semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Kejadian-kejadian seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).
f)         Seorang manajer adalah orang politisi, seperti apa yang dilakukan politisi dalam mengkampanyekan program-programnya, manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan baik untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-kegiatan usulan-usulan atau keputusannya. Setiap manajer yang efektif “memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerjasama timbale balik dengan para manajer lain dalam organisasi.
g)         Manajer adalah seorang diplomat, dalam peranannya sebagai seorang diplomat, seorang manajer adalah merupakan wakil resmi pada berbagai macam dan tingkat pertemuan, demikian pula dalam hubungan kerja sama dengan organisasi di luarnya.
h)        Manajer adalah pengambilan berbagai keputusan yang sulit, organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misalnya, kesulitan financial, masalah personalia, dan sebagainya). Manajer adalah seorang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil keputusan yang akurat.
Selain menjalankan fungsi manajemen seorang manajer juga harus dituntut untuk menjalankan perannya (roles). Jika manajer tidak menjalankan fungsi-fungsi manjemen maka orang tersebut tidak disebut sebagai manajer. Misalnya manajer tidak memiliki perencanaan, maka sulit sekali untuk disebut sebagai manajer, atau manajer tidak memberikan arahan, juga akan sangat sulit untuk disebut sebagai seorang manajer. Namun, jika seorang manajer tidak menjalankan perannya sebagai seorang manajer, maka manajer tersebut akan menjalankan profesinya dengan tidak efektif. Dia akan tetap menjadi manajer tetapi dalam menjalankan pekerjaannya akan banyak kendala-kendala yang dihadapi, sehingga menjadi tidak efektif dalam melaksanakan pekerjaannya.
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu :
1.         Interpersonal Roles (peran antar pribadi)
Interpersonal roles merupakan peran manajerial yang berkaitan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain dan tugas-tugas yang bersifat seremonial dan simbolik. Peran interpersonal manajer mencakup :
a)                   Kepala figur (figurehead)
Menjadi simbol, melakukan tugas rutin yang berkaitan dengan tugas-tugas resmi, dan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat sosial. Contoh aktifitasnya : Memberi sambutan pada berbagai acara, atau membuka berbagai acara yang diselenggarakan organisasi.
b)                  Pemimpin (leader)
Bertanggung jawab untuk memotivasi bawahan, menyusun struktur organisasi, melatih/ meningkatkan kompetensi bawahan dan tugas-tugas organisasi yang lain. Contoh aktifitasnya :  Hampir keseluruhan aktifitas yang berkaitan dengan bawahan
c)                   Penghubung (liaision)
Menjalin dan merawat hubungan dengan pihak luar dan berbagai informan. Contoh aktifitasnya : Membalas surat, mengerjakan pertemuan dengan lembaga-lembaga eksternal, tampil pada berbagai aktifitas diluar organisasi.

2.         Informational Roles (peran informasional)
Informational roles merupakan peran manajerial yang berkaitan dengan menerima, menyimpan dan menyebarluaskan informasi. Peran pemberi informasi mencakup:
a)                   Pengawas (monitor)
Mencari dan menerima berbagai macam informasi untuk pengembangan pemahaman terhadap organisasi dan lingkungan. Contoh aktifitasnya : Melakukan monitoring dan laporan secara periodik, merawat hubungan dengan personal.
b)                  Penyebar informasi (disseminator)
Menyebarkan informasi yang diterima dari dari pihak luar atau dari bawahan untuk seluruh anggota organisasi; beberapa informasi adalah fakta, beberapa yang lain adalah interpretasi dan integrasi dari berbagai nilai yang ada dalam organisasi. Contoh aktifitasnya: Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan informal, atau acara-acara lain untuk meneruskan informasi-informasi.
c)                   Juru bicara (spokesperson)
Menyebarkan informasi kepada pihak luar tentang rencana organisasi, kebijakan, kegiatan-kegiatan, dan hasil. Contoh aktifitasnya: Memberi informasi kepada media, menyampaikan dalam rapat-rapat di kementrian, dan lain-lain.

3.         Decisional Roles (peran pengambilan keputusan)
Decisional roles merupakan peran manajerial yang berkaitan dengan penentuan berbagai pilihan. Peran pengambil keputusan mencakup :
a)                   Wirausahawan (entrepreneur)
Mencari berbagai peluang bagi organisasi terhadap lingkungannya dan mengambil inisiatif untuk mengembangkan berbagai proyek perubahan. Contoh akitfitasnya: Strategi organisasi untuk pengembangan program-program baru.
b)                  Penengah keributan (disturbance handler)
Bertanggung jawab terhadap tindakan perbaikan ketika terjadi masalah yang tidak diharapkan. Contoh aktifitasnya: Strategi organisasi dalam menghadapi masalah yang tidak diharapkan dan krisis.
c)                   Pengalokasi sumber daya (resourcesallocator)
Bertanggung jawab mengalokasikan sumber daya. Contoh aktifitasnya: Menjadwal, meminta kepada pihak yang berwenang, dan hasil dari berbagai aktifitas dari anggaran dan program kerja bawahan.
d)                  Perunding atau Negosiator (negotiator)
Bertanggung jawab dalam mewakili organisasi pada berbagai kegiatan negosiasi. Contoh aktifitasnya: Mewakili organisasi pada berbagai kontrak.
Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.


Tugas-tugas manajer:
1.         Siklus pengambilan keputusan, POSDC, penilaian dan pelaporan
2.         Manajer harus dapat menciptakan kondisi yang akan membantu bawahannya mendapatkan kepuasan dalam pekerjaannya.
3.         Harus berusaha agar para bawahannya bersedia memikul tanggung jawab.
4.         Harus membina bawahannya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
5.         Manajer harus membenahi fungsi-fungsi fundamental manajemen dengan baik.
6.         Manajer harus mewakili dan membina hubungan yang harmonis dengan pihak luar.
Dalam prakteknya ternyata perbedaan ukuran organisasi memiliki dampak terhadap peran yang harus dimainkan oleh manajer. Pada lembaga-lembaga kecil menjadi juru bicara bagi organisasinya merupakan peran yang sangat penting, kemudian disusul peran manajer sebagai enterpreneur, menjadi figur, dan pemimpin. Sedangkan peran sebagai diseminator merupakan peran yang paling tidak penting. Sedangkan pada lembaga-lembaga yang besar, peran yang paling penting untuk dimainkan adalah peran sebagai alokasi sumber daya, disusul dengan peran sebagai penjalin hubungan, pemonitor, pengendali masalan, dan negosiator. Sedangkan peran yang paling tidak penting adalah sebagai enterpreneur (Robbins, Bregman, Stagg dan Coulter, 2003).
Dari hasil penelitian tersebut, terlihat bahwa profesi manajer merupakan profesi yang kompleks. Untuk dapat menjadi manajer orang harus menguasai berbagai keterampilan yang ada pada berbagai bidang ilmu misalnya, psikologi, sosiologi, ekonomi, matematika, dan sebagainya. Terdapat berbagai keuntungan dan tantangan untuk menjadi manajer.

A.       Keuntungan menjadi Manajer diantaranya :
·         Membuat lingkungan kerja yang mana anggota organisasi dapat bekerja dengan kemampuan terbaik.
·         Membantu orang lain dalam menemukan makna kerja.
·         Mendukung, melatih dan mendorong orang lain
·         Bekerja dengan beragam orang
·         Kesuksesan merupakan campuran dari ilmu, keterampilan, ambisi dan pengalaman dalam berbagai jenis pekerjaan yang beragam
·         Menerima pengakuan dan status dalam organisasi dan dalam komunitasnya
·         Memainkan peran dalam mempengaruhi dampak organisasi
·         Menerima kompensasi yang layak dari gaji, bonus dan lainnya
·         Manajer yang baik diperlukan oleh organisasi

B.            Tantangan menjadi Manajer dintaranya :
·         Bekerja lebih keras
·         Memiliki kesempatan untuk berfikir kreatif dan menggunakan imajinasinya
·         Sering melakukan pekerjaan dalam kondisi sumber daya yang terbatas
·         Memotivasi pekerja dalam kondisis yang tidak menguntungkanKesuksesan merupakan campuran dari ilmu, keterampilan, ambisi dan pengalaman dalam berbagai jenis pekerjaan yang beragam
·         Sukses tergantung dari unjuk kerja orang lain
D.            Keterampilan Manajer
Dibawah ini merupakan gambar untuk menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.Ketiga keterampilan tersebut adalah:

1.         Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan
organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga merupakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

2.         Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

3.         Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan tekhnis adalah keterampilan atau keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan atau memahami jenis kerja tertentu yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah atau manajer lini-pertama. Manajer ini menghabiskan waktu mereka melatih bawahan dan menjawab pertanyaan mengenai masalah yang berkaitan dengan pekerjaan. Mereka harus mengetahui bagaimana cara untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepada bawahan yang mereka awasi jika mereka ingin menjadi manajer yang efektif. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:



1.         Keterampilan manajemen waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Manajer yang efektif biasanya memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik. keahlian manajemen waktu berkaitan dengan kemampuan manajer untuk memprioritaskan suatu pekerjaan , untuk bekerja secara efisien, dan untuk mendelegasikan pekerjaan secara tepat dan akurat. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

2.         Keterampilan membuat keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

Dengan dibekali keterampilan diatas, seorang manajer akan lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi pada perusahaan, selain itu dia juga akan dapat segera membuat pemecahan dari masalah tersebut. Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu sistem dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasikan subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mengidentifikasikan masalah, manajer bergerak dari tingkat sistem ke subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasikan berbagai solusi alternative, mengevaluasinya, memilih yang terbaik, menerapkannya, dan membuat suatu tindakan untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagai mana mestinya.
E.     Etika Manajerial
Pengertian dari etika, sampai saat ini belum memiliki definisi yang jelas. Istilah etika mengacu pada peraturan atau prinsip yang mendefinisikan tindakan benar dan salah. Menurut kamus bahasa Indonesia, etika adalah suatu ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak ataupun moral. Pengertian etika lainnya dalam Webster’s New Colegiate Dictionary mendefinisikan sebagai disiplin ilmu yang mempelajari atau membicarakan apa yang baik dan buruk, dan apa tugas dan kewajiban moral. Selain itu etika dapat diartikan pula sebagai sebuah studi bagaimana keputusan kita mempengaruhi orang lain.
Etika manajerial adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka. Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. Griffin :
·            Perilaku terhadap karyawan
·            Perilaku terhadap organisasi
·            Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
a)        Perilaku terhadap karyawan
Kategori ini meliputi aspek perekrutan, PHK(pemecatan), gaji(kondisi upah) dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya.


b)        Perilaku terhadap organisasi
Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
c)         Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain seperti : pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.
Agar perusahaan tersebut baik di mata dunia maka seorang manajer harus memiliki etika yang baik. Para manajer yang memiliki etika yang baik akan melaksanakan tugas-tugasnya sebagai manajer dengan penuh tanggung jawab. Etika dipergunakan dimana saja ia berada. Baik dalam mengambil keputusan, memimpin suatu rapat, berinteraksi kepada rekan kerjanya, dan terhadap para karyawannya.





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1)      Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.
2)      Manajer dibagi kedalam beberapa tingkatan sesuai dengan fungsi dan perannya terhadap perusahaan atau lembaga.
3)      Peran dan Fungsi manajer sangat berpengaruh dalam berjalannya suatu system dalam perusahaan atau lembaga.
4)      Untuk menjadi seorang manajer yang baik dibutuhkan keterampilan manajer sesuai dengan tingkatannya.
5)      Sebagai seorang manajer, harus memiliki etika manajerial yaitu standar prilaku yang memandu manajer dalam melakukan pekerjaannya.

B.     Saran

1)      Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
2)      Segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar kami dapat memperbaiki segala kekurangan dalam penulisan makalah ini.





DAFTAR PUSTAKA


Griffin , Ricky W , 2004. MANAJEMEN , Edisi 7 , Jilid 1, terj.Gina Gania. Jakarta: Erlangga.
Bateman , Thomas S. dan Snell , Scott A , 2008. MANAJEMEN ,Edisi 7 Kepemimpinan dan Kolaborasi dalam Dunia yang Kompetitif. Jakarta: Salemba Empat.
Herujito , Yayat M , 2001. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Grasindo.
Rampersad , Hubert K, 2005. Total Performance Scorecard , Konsep Manajemen Baru: Mencapai Kinerja dengan Integritas. Jakarta: Gramedia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

silahkan komentarnya